Kenapa saya harus memahami konsep fisika?

Kenapa saya* harus memahami konsep fisika?

saya dibaca siswa

Satu pertanyaan yang mungkin sederhana tapi terus membawa saya berputar dalam obat nyamuk bakar yang berasap dan berbau. Belum ketemu juga jawaban memuaskanya.

Pertanyaan yang dalam proses saya mengerjakan skripsi *yang bahkan masih proposal skripsi* menjadi hambatan.

Continue reading “Kenapa saya harus memahami konsep fisika?”

To Teach is To Hope

by Mary Shaughnessy

To teach is to hope…
That one day a child will know
The meaning of confindence
And be able to touch other lives…

To teach is to pray…
That these newly brave souls will use their talents
To better the world,
instead of just themselves.

To teach is to feel…
That not all the hurts of those in our care
can be healed
But they can be soothed

 

Pendidikan Sains Dalam Sudut Pandang Agama Islam

Ditulis dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Seminar Pendidikan Agama Islam. Semoga bermanfaat.


 

  1. Pendidikan Sains Dalam Sudut Pandang Islam

Dalam konsep Islam  terdapat keyakinan yang menegaskan, bahwa belajar  merupakan kewajiban setiap manusia. Sehingga, menjadi kebaikan apabila kita mengerjakanya dan dosa bagi yang meninggalkannya. Keyakinan demikan ini begitu membentuk dalam diri umat yang beriman, sehingga  mereka memiliki etos belajar yang tinggi dan penuh semangat serta mengharapkan “janji luhur” Tuhan  sebagaimana yang difirmankan dalam ayat-Nya. Rasulullah SAW bersabda: “Mencari ilmu (belajar) wajib hukumnya bagi setiap orang Islam”.

Belajar dalam pandangan Islam memiliki arti yang sangat penting, sehingga hampir setiap saat manusia tak pernah lepas dari aktivitas belajar. Keunggulan suatu umat manusia atau bangsa juga akan sangat tergantung kepada seberapa banyak mereka menggunakan rasio, anugerah Tuhan untuk belajar dan memahami ayat-ayat Allah SWT. Hingga dalam al-Qur’an dinyatakan Tuhan akan mengangkat derajat orang yang berilmu ke derajat yang luhur (lihat : Qs. Al- Mujadilah : 11).

Islam meletakkan aqidah sebagai asas dalam sistem pendidikannya, dimana setiap aqidah islam berkonsekuensi ketaatan pada syari’at Islam. Ini berarti tujuan, pelaksanaan, dan evaluasi pelaksanaan kurikulum harus terkait dengan ketaatan pada syari’at Islam. Pendidikan dianggap tidak berhasil apabila tidak menghasilkan keterikatan pada syari’at Islam pada peserta didik, walaupun mungkin membuat peserta didik menguasai ilmu pengetahuan.

Menurut New Collegiate Dictionary Webster, sains  adalah “pengetahuan yang diperoleh melalui studi atau praktek,” atau “pengetahuan yang meliputi kebenaran umum pengoperasian hukum umum, diperoleh dan diuji melalui metode ilmiah [dan] perduli pada bentuk fisik dunia. Dalam bahasa Arab, kata science diterjemahkan sebagai “ilmu.” Kata ilmu berasal dari bahasa Arab: ‘alima, ya’lamu,’ ilman dengan wazan fai’ila, yaf’alu, fa’lan, yang berarti mengerti.

Pada dasarnya, mempelajari sains adalah mempelajari bukti-bukti penciptaan Allah SWT yang tersebar dimuka bumi hingga keluar angkasa yang masih dapat diamati oleh kita sebagai makhlukNya. Meskipun sains dalam islam dipandang sebagai Ilmu fardhu kifayah ghoyru syari’yah yakni ilmu yang bukan syari’yah namun sangat dibutuhkan terkait dengan kemaslahatan dunia. Diharapkan dengan mempelajari bukti-bukti penciptaanNya keimanan peserta didik dapat bertambah. Maka dari itu, agar keluaran pendidikan menghasilkan SDM yang sesuai harapan, harus dibuat sebuah sistem pendidikan yang terpadu. Artinya, pendidikan tidak hanya terkonsentrasi pada satu aspek saja, misal ilmu pengetahuan sains. Sistem pendidikan yang ada harus memadukan seluruh unsur pembentuk sistem pendidikan yang unggul. Program pemerintah seperti kurikulum 2013 yang mengedepankan pendidikan karakter memberikan alasan yang lebih kuat perlunya pendidikan sains berbasis nilai keimanan.


  1. Strategi Pembelajaran Dalam Sudut Pandang Islam : Sinektika

Dalam proses pendidikan, terdapat hal-hal yang diperlukan. Salah satunya adalah metode belajar, metode mempunyai kedudukan penting untuk mencapai tujuan, karena ia menjadi sarana yang memberi makna kepada materi pendidikan. Pemilihan metode yang tepat guna akan memperlancar jalannya proses pendidikan dan pengajaran sehingga proses pendidikan berjalan efektif. Sebelum mendidik seorang instruktur dituntut untuk dapat memilih metode yang kan digunakan dalam aktivitas pendidikannya.

Pada prinsipnya beberapa metode mengajar dapat digunakan secara bervariasi untuk satu materi pengajaran.  Hal ini bergantung pada beberapa hal, antara lain; (1.) Tujuan yang berbeda-beda dari masing-masing bidang studi. (2.) Perbedaan latar belakang dan kemampuan masing-masing peserta didik/murid. (3.) Perbedaan orientasi, sifat dan kepribadian serta kemampuan masing-masing guru. (4.) Faktor situasi dan kondisi, dimana proses pendidikan dan pengajaran berlangsung. Termasuk dalam hal ini jenis lembaga pendidikan dan faktor geografis yang berbeda-beda.  (5.) Tersedianya fasilitas yang berbeda-beda, baik secara kuantitas maupun secara kualitas.

Pada zaman Nabi Muhammad SAW, modeling(keteladanan) menjadi inti metode pendidikan Nabi.  Beliau memberikan keteladanan penuh bagi murid-muridnya, sehingga hasil pembeljaran menjadi lebih bermakna. Selain penggunaan metode modeling, Allah SWT dalam firmanya (Al-quran) banyak memberikan analogi / perbandingan. Misalnya seperti ketika mengajarkan kita mengenai hari kiamat yang dianalogikan dalam qur’an surat Al-Qori’ah ayat 4 dan 5 yakni 4) Pada hari itu manusia adalah seperti laron yang bertebaran, (5) dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan.

Dalam dunia modern penggunaan berbagai analogi/ perbandingan yang ditujukan untuk memahami materi tertentu atau mempelajari materi tertentu di sebut sinektika. Sinektika merupakan salah satu model pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan kreatifitas setiap siswa, sinektika ini dapat digunakan dalam setiap mata pelajaran termasuk sains. Namun, memang perlu kecakapan guru untuk memilih materi ajar tertentu yang dapat di berikan melalui model pembelajaran sinektika.

Daftar Pustaka :

Muslimdaily.net

Klasifikasi Ilmu Menurut Imam Al-Ghazali Sebagai Asas Pendidikan Islam

https://pusatbahasaalazhar.wordpress.com/persembahan-buat-guru/sains-dan-psudosains/

http://www.voa-islam.com/read/science/2014/08/21/29184/sains-islam-ketika-kini-ilmu-agama-dipisahkan/

http://muslim.or.id/tafsir/tafsir-surat-al-zalzalah-gempa-bumi-yang-dahsyat-pada-hari-kiamat.html

http://syibransyiva.blogspot.com/2010/02/metode-pembelajaran-dalam-islam-dan.html

-. Model of Teaching.-

 Open disscussion posting, mohon dikoreksi apabila ada kesalahan.

Wabillahi taufik wal hidayah.

Agar Mudah Belajar Fisika

Sebelum memulai belajar, ada baiknya kita memperhatikan hal-hal berikut agar hasil belajar kita menjadi lebih efektif.

Percayalah bahwa kau bisa untuk melakukan:::::

  1. Belajar tanpa Mood

Belajarlah karena kesungguhan kita untuk berubah, jangan belajar hanya dengan berlandaskan mood saja.

iya kalau pas nice mood, la kalau pas bad mood kita jadikan alasan untuk kita tidak belajar, saya berani jamin ilmu yang anda pelajari akan sama halnya dengan air yang menetes di lapangan panas, sangat mudah menguap. Jadi jangan pernah belajar berdasarkan mood ya kalau ingin hasil yang memuaskan.

  1. Belajarlah di manapun anda suka

Carilah tempat yang nyaman dan dapat menenangkan pikiran kita sewaktu belajar, dengan keadaan yang nyaman kita akan lebih mudah dalam memahami materi.

  1. Jangan belajar terlalu banyak ketika akan ujian

Inilah sebuah doktrin yang saya rasa sangat keliru, “kamu harus belajar sungguh-sungguh, besok ada ujian”..kira-kira teman-teman sudah mendengar ocehan yang seperti itu? Ini adalah kesalahan, sebenarnya ketika akan ujian itu kita gunakan untuk merehat otak sekejap, justru pas hari-hari biasalah kita harus sungguh-sungguh. Sistem KS (kebut semalam) sangat merusak cara berpikir kita, karena hanya akan menimbulkan tekanan bukan pengetahuan.

  1. Belajar sambil diskusi

Belajar secara kelompok memang dimaksudkan agar seseorang yang kurang mampu memahami materi bisa berdiskusi dengan orang yang sudah paham. Sehingga pertukaran ide terus berjalan, yang pintar tidak semakin pintar, begitu pula yang bodoh tidak semakin terperosok. Semua bisa menjadi seimbang.

Selain itu, dengan belajar berkelompok kita diharapkan tidak mudah bosan, mengantuk, apalagi sampai tertidur. Ada berbagai alasan, dari mulai malu, gengsi, sampai kita terlibat aktif dalam diskusi sehingga lupa untuk merasa bosan apalagi tertidur.

  1. Belajar dengan diiringi musik

Musik memang bisa meningkatkan konsentrasi kita dalam belajar, namun hal ini tidak selalu terjadi pada setiap orang. Ada beberapa orang yang malah suka keadaan yang hening. Jadi, jika musik bisa membantumu berkonsentrasi, just listen it 🙂

Beberapa lagu yang direkomendasikan biasanya adalah musik klasik. Sebenarnya, kalau bisa lagu lagu yang instrument aja, atau lagu lagu yang off vocal. jangan terlalu keras volumenya, yang penting bisa dinikmati. dan ga terlalu rame, berisik ato ajeb ajeb. pilih yang kamu suka. lagu lagu klasik juga boleh, asalkan kamu ga ngantuk aja. kalo lagu yang kamu suka banget trus kamu puter, ntar malah kamu fokus sama lagu itu, apa lagi kalo ada vokalnya biasanya ikut nyanyi jadi ga konsen belajar. lagu lagu biasa juga boleh tapi kalobisa off vocal.

  1. Jangan hanya menghafal

metode menghafal mungkin bisa menyukseskan kita dalam mencari “nilai-yang-baik”, namun apakah pengetahuan kita bertambah? tidak. Pahamilah materi dengan mempelajari konsep-konsepnya, bagaimana hal itu bisa terjadi, mengapa, apa selanjutnya, begitulah cara berpikir yang harus dikembangkan meskipun memakan waktu yang cukup lama. Sehingga kita akan tahu betapa indahnya Ilmu Pengetahuan itu. Dalam film 3 idiots, ada sebuah quotes yang sangat mengena: “Dengan menghafal, kamu bisa menghemat waktumu selama 4 tahun di universitas, namun kau telah menghancurkan 40 tahun hidupmu kedepan”

  1. Jangan malu-malu untuk bertanya

Bila kita ada yang belum paham mengenai materi yang diajarkan, cukup dengan acungkan jari dan bertanyalah kepada bapak/ibu guru, jangan malu bertanya bila kita tidak bisa, jangan jadikan gengsi “takut dibilang lambat oleh teman2” sebagai alasan, karena hal yang seperti itu tidak masuk akal.

  1. Coba dan Gagal (Trial and Error)

Dalam hidup ini, gagal adalah teman kita juga, jadi jangan pernah menghindar darinya. Kita terjatuh, untuk apa? agar kita tahu bagaimana cara untuk bangun. Kita tidak akan pernah tahu yang benar itu bagaimana jika kita tidak kenal dengan KESALAHAN dulu. Materi yang sesulit apapun, pasti akan bisa kita kuasai asal tidak ada kata menyerah memahaminya. Coba terus, gagal sudah biasa.

  1. Cintailah mata pelajaran yang anda suka

Anda tidak bisa dalam fisika (misal), namun anda sangat mencintai pelajaran yang satu ini. Maka dengan kecintaan itu, suatu saat akan menjadikan anda seorang fisikawan hebat, karena sesuatu yang dilakukan sepenuh hati akan menghasilkan hasil yang memuaskan. Sekarang tidak bisa, namun karena kecintaan tersebut anda mempelajarinya setiap waktu, tunggulah hingga mimpi indah tiba. You’ll be the best, but wait until the time’s coming on ^_^

  1. Ingatlah tujuan utama kita sekolah

Tujuan utama kita sekolah ialah untuk mencari ilmu pengetahuan, bukan hanya menerima “Cara Untuk Memperoleh Nilai yang Baik” saja. Nilai tidak akan bisa mencerminkan kualitas seseorang, lihatlah kenyataannya. Tidak masalah kita ada di peringkat berapapun, yang terpenting ialah belajar bukan untuk mencapai kesuksesan..tetapi untuk membesarkan jiwa. ini merupakan Cara Belajar paling Efektif yang terus saya gunakan, karena saya yakin ilmu bukan sebatas CORETAN NILAI, tapi banyaknya kita berbagi kepada sesama.

  1. Kunci semua metode belajar

Kuncinya terletak pada kesungguhan kita dalam berdo’a, karena saya masih ingat betul ada yang bilang kecerdasan seseorang 73% dari kesungguhan do’anya, sedangkan 27% dari belajar. Intinya do’a sangatlah penting, sebagai bentuk pasrah kita Kepada Allah. Namun belajar juga sangatlah penting, ingat! Tidak bisa mencapai 100% tanpa ada yang 27% tersebut.

Disadur dari berbagai sumber google, yahoo answer, kapan lagi, dll