Kenapa saya harus memahami konsep fisika?

Kenapa saya* harus memahami konsep fisika?

saya dibaca siswa

Satu pertanyaan yang mungkin sederhana tapi terus membawa saya berputar dalam obat nyamuk bakar yang berasap dan berbau. Belum ketemu juga jawaban memuaskanya.

Pertanyaan yang dalam proses saya mengerjakan skripsi *yang bahkan masih proposal skripsi* menjadi hambatan.

Continue reading “Kenapa saya harus memahami konsep fisika?”

Agar Mudah Belajar Fisika

Sebelum memulai belajar, ada baiknya kita memperhatikan hal-hal berikut agar hasil belajar kita menjadi lebih efektif.

Percayalah bahwa kau bisa untuk melakukan:::::

  1. Belajar tanpa Mood

Belajarlah karena kesungguhan kita untuk berubah, jangan belajar hanya dengan berlandaskan mood saja.

iya kalau pas nice mood, la kalau pas bad mood kita jadikan alasan untuk kita tidak belajar, saya berani jamin ilmu yang anda pelajari akan sama halnya dengan air yang menetes di lapangan panas, sangat mudah menguap. Jadi jangan pernah belajar berdasarkan mood ya kalau ingin hasil yang memuaskan.

  1. Belajarlah di manapun anda suka

Carilah tempat yang nyaman dan dapat menenangkan pikiran kita sewaktu belajar, dengan keadaan yang nyaman kita akan lebih mudah dalam memahami materi.

  1. Jangan belajar terlalu banyak ketika akan ujian

Inilah sebuah doktrin yang saya rasa sangat keliru, “kamu harus belajar sungguh-sungguh, besok ada ujian”..kira-kira teman-teman sudah mendengar ocehan yang seperti itu? Ini adalah kesalahan, sebenarnya ketika akan ujian itu kita gunakan untuk merehat otak sekejap, justru pas hari-hari biasalah kita harus sungguh-sungguh. Sistem KS (kebut semalam) sangat merusak cara berpikir kita, karena hanya akan menimbulkan tekanan bukan pengetahuan.

  1. Belajar sambil diskusi

Belajar secara kelompok memang dimaksudkan agar seseorang yang kurang mampu memahami materi bisa berdiskusi dengan orang yang sudah paham. Sehingga pertukaran ide terus berjalan, yang pintar tidak semakin pintar, begitu pula yang bodoh tidak semakin terperosok. Semua bisa menjadi seimbang.

Selain itu, dengan belajar berkelompok kita diharapkan tidak mudah bosan, mengantuk, apalagi sampai tertidur. Ada berbagai alasan, dari mulai malu, gengsi, sampai kita terlibat aktif dalam diskusi sehingga lupa untuk merasa bosan apalagi tertidur.

  1. Belajar dengan diiringi musik

Musik memang bisa meningkatkan konsentrasi kita dalam belajar, namun hal ini tidak selalu terjadi pada setiap orang. Ada beberapa orang yang malah suka keadaan yang hening. Jadi, jika musik bisa membantumu berkonsentrasi, just listen it ūüôā

Beberapa lagu yang direkomendasikan biasanya adalah musik klasik. Sebenarnya, kalau bisa lagu lagu yang instrument aja, atau lagu lagu yang off vocal. jangan terlalu keras volumenya, yang penting bisa dinikmati. dan ga terlalu rame, berisik ato ajeb ajeb. pilih yang kamu suka. lagu lagu klasik juga boleh, asalkan kamu ga ngantuk aja. kalo lagu yang kamu suka banget trus kamu puter, ntar malah kamu fokus sama lagu itu, apa lagi kalo ada vokalnya biasanya ikut nyanyi jadi ga konsen belajar. lagu lagu biasa juga boleh tapi kalobisa off vocal.

  1. Jangan hanya menghafal

metode menghafal mungkin bisa menyukseskan kita dalam mencari “nilai-yang-baik”, namun apakah pengetahuan kita bertambah? tidak. Pahamilah materi dengan mempelajari konsep-konsepnya, bagaimana hal itu bisa terjadi, mengapa, apa selanjutnya, begitulah cara berpikir yang harus dikembangkan meskipun memakan waktu yang cukup lama. Sehingga kita akan tahu betapa indahnya Ilmu Pengetahuan itu. Dalam film 3 idiots, ada sebuah quotes yang sangat mengena: “Dengan menghafal, kamu bisa menghemat waktumu selama 4 tahun di universitas, namun kau telah menghancurkan 40 tahun hidupmu kedepan”

  1. Jangan malu-malu untuk bertanya

Bila kita ada yang belum paham mengenai materi yang diajarkan, cukup dengan acungkan jari dan bertanyalah kepada bapak/ibu guru, jangan malu bertanya bila kita tidak bisa, jangan jadikan gengsi “takut dibilang lambat oleh teman2” sebagai alasan, karena hal yang seperti itu tidak masuk akal.

  1. Coba dan Gagal (Trial and Error)

Dalam hidup ini, gagal adalah teman kita juga, jadi jangan pernah menghindar darinya. Kita terjatuh, untuk apa? agar kita tahu bagaimana cara untuk bangun. Kita tidak akan pernah tahu yang benar itu bagaimana jika kita tidak kenal dengan KESALAHAN dulu. Materi yang sesulit apapun, pasti akan bisa kita kuasai asal tidak ada kata menyerah memahaminya. Coba terus, gagal sudah biasa.

  1. Cintailah mata pelajaran yang anda suka

Anda tidak bisa dalam fisika (misal), namun anda sangat mencintai pelajaran yang satu ini. Maka dengan kecintaan itu, suatu saat akan menjadikan anda seorang fisikawan hebat, karena sesuatu yang dilakukan sepenuh hati akan menghasilkan hasil yang memuaskan. Sekarang tidak bisa, namun karena kecintaan tersebut anda mempelajarinya setiap waktu, tunggulah hingga mimpi indah tiba. You’ll be the best, but wait until the time’s coming on ^_^

  1. Ingatlah tujuan utama kita sekolah

Tujuan utama kita sekolah ialah untuk mencari ilmu pengetahuan, bukan hanya menerima “Cara Untuk Memperoleh Nilai yang Baik” saja. Nilai tidak akan bisa mencerminkan kualitas seseorang, lihatlah kenyataannya. Tidak masalah kita ada di peringkat berapapun, yang terpenting ialah belajar bukan untuk mencapai kesuksesan..tetapi untuk membesarkan jiwa. ini merupakan Cara Belajar paling Efektif yang terus saya gunakan, karena saya yakin ilmu bukan sebatas CORETAN NILAI, tapi banyaknya kita berbagi kepada sesama.

  1. Kunci semua metode belajar

Kuncinya terletak pada kesungguhan kita dalam berdo’a, karena saya masih ingat betul ada yang bilang kecerdasan seseorang 73% dari kesungguhan do’anya, sedangkan 27% dari belajar. Intinya do’a sangatlah penting, sebagai bentuk pasrah kita Kepada Allah. Namun belajar juga sangatlah penting, ingat! Tidak bisa mencapai 100% tanpa ada yang 27% tersebut.

Disadur dari berbagai sumber google, yahoo answer, kapan lagi, dll

Hakekat fisika, deskripsi & besaran.

fisika, salah satu mata pelajaran disekolah ini, yang juga merupakan salah satu cabang ilmu alam yang membahas mengenai benda .

Sudah jelas?

Saya sendiri menganggapnya belum. Secara general, dosen fisika kuantum *salah satu mata kuliah di departemen pendidikan fisika* saya menjelaskan, bahwa pada hakekatnya, fisika adalah cara kita, cara ilmuwan, cara manusia yang serba terbatas ini untuk mendeskripsikan kejadian fisis dari benda menggunakan besaran fisika yang terukur.

Misal: berapa berat badan kita? berapa massa apel? bagaimana membuat sebuah roler-coaster yang aman dan menyenangkan?, dll

Bukankah manusia pekerjaanya hanya mendeskripsikan? bukankah semua ilmu ada di sekitar kita, dan kita sibuk memahaminya, mencari deskripsi yang paling tepat atas setiap kejadianya?

Misal : bagaimana kurva permintaan pasar? cuaca apa yang akan terjadi esok? bagaimana caranya terhindar dari penyakit demam berdarah?, dll.

Begitu pula para fisikawan, untuk menghindari deskripsi yang mengundang permasalahan, maka kita membutuhkan alat ukur yang tetap, yang tidak dapat dibantah, disitulah tugas dari besaran fisika.

Misal, deskripsi yang mengundang msalah : Baju yang ia kenakan bagus, harga laptop sangat murah, dll.

Terutama besaran pokok. Besaran tersebut disebut pokok, karena besaran lainya bergantung / dapat dinyatakan dalam besaran pokok. Lalu dari mana kita dapat mendeskripsikan benda dengan besaran-besaran itu? Tentu melalui kegiatan pengukuran, atau yang lebih kita kenal dengan eksperimen. Eureka! Itulah mengapa kegiatan pembelajaran fisika tidak dapat dilepaskan dari eksperimen.

Dalam fisika ada 3 besaran pokok favorit yang seringkali menjadi rujukan dalam mendeskripsikan benda. Yakni, panjang, massa, dan waktu.

Seperti kita ketahui, satuan internasional untuk besaran panjang adalah meter, satuan internasional untuk besaran massa adalah kilogram, dan satuan internasional untuk besaran waktu adalah detik/ sekon, Lalu dari mana sebenarnya satuan-satuan internasional itu berasal? Klik disini untuk meter, disini untuk kilogram, dan disini untuk detik ^^

hope (s)

Bisa dibilang ini sequel dari postingan pertama.

ternyata, nilai yang bikin sedih  bukanlah nilai yang sebenarnya. Meski begitu, apakah aku bahagia?

Sejujurnya iya, tapi engga juga. Karena meski hakku bukanlah E, Dosen sebagai pihak pertama tetap tidak bisa mengubahnya dikarenakan sistem yang kaku. Sehingga kami (ternyata yang ngalamin kejadian serupa bukan hanya aku) diantarkan pada birokrasi UPI yang sulit, lama, dan tradisonil, rasanya aga jauh dari sistem online yang digunakan.

Syukur, alhamdulillah kami memiliki Kaprodi dan Dosen yang tidak menyulitkan sehingga kemacetan hanya terdapat di area Direktorat Akademik. Meski begitu, rasanya sangat disayangkan, karena meski kami telah bekerja dengan cepat, bahkan hingga langsung Kaprodi dan Dosen yang turun tangan perubahan tidak dapat serta merta dilakukan. Mereka bilang karena kasus ini sangat banyak dialami, sehigga jumlahnya masih menumpuk hingga saat ini, lalu jika sudah terjadi banyak error  seperti ini, tidakkah direktorat TIK menajukan suatu usul yang lebih efektif mengenai kendala-kendala yang ditemukan dalam sistem online ini?

Perubahan yang terasa lambat ini, banyak berpengaruh juga bagi kami. Tidak hanya secara Indeks Prestasi Akademik namun juga pada masa study kami. Apabila dalam keadaan normal (hak-hak kami terpenuhi semua) kami dapat mengontrak 21 SKS pada semester yang akan datang, kini hanya tinggal 16 SKS.

Last but not least, Kedepanya, apakah judul tulisan ini masih ada? tentu. Saya percaya, semoga ini semua ada hikmahnya. setidaknya menjadi pebeljaran untuk berhati-hati dan terus melakukan cek.

*lebih baik ditampar kenyataan pahit dari pada merasakan manisnya kebohongan. Meski tetap paling baik adlah kejujuran yang manis*

Bagaimana Ilmuwan Melihat Ke dalam Atom?

Seperti telah kita ketahui di kelas, atom merupakan bagian penyusun dari seluruh benda di dunia ini.

Ilmuwan -jika tidak disebut filsuf- terdahulu seperti Coypel Democritus (460 SM – 370 SM) mengatakan atom merupakan bagian terkecil sebuah benda, tapi benarkah? Ilmuwan masa kini, telah membuktikan bahwa hal tersebut tidak benar! Lalu, bagaimana mereka melihat atom yang bahkan ukuranya lebih kecil dari sebutir pasir (diameter atom= 10 juta milimeter) ?

pasir
Tentu saja perbesaran dari kaca pembesar atau cermin cekung takkan mampu memperlihatkan atom!

Sebenarnya, ilmuwan terdahulu tidak benar-benar melihat atom, mereka hanya membayangkan dan menggambarkan bentuknya berdasarkan percobaan yang mereka lakukan.

Hingga hasilnya::

atomhistory_2 tahun                atmodel nama

Sebenarnya, Democritus juga tidak pernah benar-benar memotong sebuah benda hingga menjadi sepotong atom yang tak terlihat dan takterbagi lagi, ia melakukan percobaan dalam fikiranya.

Coypel_Democritus

Seiring berkembangnya zaman, percobaan yang ilmuwan lakukan tentu lebih teliti, akurat, dan baik lagi. Sehingga dapat kita lihat hasil pengamatanya seperti diatas.

Lebih lagi, saat ini ilmmuwan telah menemukan anti partikel dari partikel2 sub atomik yang telah ditemukan terlebih dahulu.

Hal ini, sekaligus membuktikan bahwa sebagai ilmuwan, kau juga harus mengasah otak kananmu! ^^v