Kuliah Kerja Nyata (KKN)

Memasuki semester genap yang tercinta dan penuh harapan di tahun baru ini, temen-temen mungkin ada yang mengontrak mata kuliah 2 (di UPI)/ 3 (di Unpad) sks ini.

Well, karena aku kuliah di UPI jadi aku akan share langkah-langkah dan tips menjalankan kuliah kerja nyata secara baik dan khidmat :>>>

Continue reading “Kuliah Kerja Nyata (KKN)”

Advertisements

Deskripsi Mata Kuliah : EPF

Evaluasi Pembelajaran Fisika (EPF) merupakan mata kuliah tim dosen. Jadi, pastikan kita memilih dosen yang diingkan di KRS Online, tapi jika dosen yang kamu pilih adalah dosen favorit semua mahasiswa, siap-siaplah dipindah atau bahkan dikocok, sehingga mendapat dosen tak terduga. X)

Tapi ga masalah, kan Tim jadi semua kelas bahasannya sama ko :’)

Mata kuliah ini merupakan mata kuliah rangkaian, jadi kamu harus telah mengontrak BPF, dan setelahnya baru kamu bisa mengontrak PPF.

Di mata kuliah ini, kita akan diajarkan cara mengkontruksi instrumen penilaian, baik tes (PG, Uraian) maupun nontes (wawancara, angket, LKS) dengan berbagai metoda, pertama kita akan diajarkan menggunakan taksonomi Bloom (revisi) *ituloh, yang ada ranah kognitif, afektif dan psikomotor*, lalu penilaian Keterampilan Proses Sains (KPS).

Setelah diharapkan mahir membuat soal, yang biasanya diujikan lewat UTS. kita akan belajar bagaimana menganalisis test item, baik keseluruhan tes maupun tiap butir soal.

Yakni, dengan uji Validitas (bisa test item maupun per butir soal) dan Reliabilitas (test item) dan dengan Tingkat Kesukaran (TK), Daya Pembeda (DP), dan Analisis distraktor (AD* hanya soal PG) untuk tiap butir soal. Yang biasanya diujikan dengan presentasi perkelompok.

*tambahan: untuk analisis soal ini, ada dosen yang memberikan tugas awalan seperti: buat soal-> uji coba kesekolah -> dapatkan data -> analisis || atau ada juga dosen yang kesekolah-> minta data -> analisis || bergantung kesepakatan dan keberuntungan :p*

Untuk sumber bacaan, bebas sih sebenernya, yang penting baca *aelah* tapi, biasanya di anjurkan buku Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan karya Suharsimi, sedangkan kelas Pak R*dwan menggunakan Measurment and Teaching karya Miller.

Deskripsi Mata Kuliah

IMG01173-20130816-1234Sejujurnya, saya bukan orang yang sejak awal (SMA) berencana akan kuliah di jurusan pendidikan fisika, apalagi di kampus UPI. Sehingga, adanya deskripsi matakuliah sangat membantu saya, selain bertanya pada kakak tingkat tentu.

Berdasarkan kegelisahan pribadi, saya merasakan bahwa deskripsi matakuliah yang ada saat ini, seringkali tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. jadi saya, merasa perlu adanya postingan yang membahas mengenai mata kuliah tertentu, terutama mengenai kebutuhan sumber bacaan, bentuk kuliah, dan  gambaran umumnya.

Besar harapan penulis bahwa postingan ini akan bermanfaat, semoga.

Agar Mudah Belajar Fisika

Sebelum memulai belajar, ada baiknya kita memperhatikan hal-hal berikut agar hasil belajar kita menjadi lebih efektif.

Percayalah bahwa kau bisa untuk melakukan:::::

  1. Belajar tanpa Mood

Belajarlah karena kesungguhan kita untuk berubah, jangan belajar hanya dengan berlandaskan mood saja.

iya kalau pas nice mood, la kalau pas bad mood kita jadikan alasan untuk kita tidak belajar, saya berani jamin ilmu yang anda pelajari akan sama halnya dengan air yang menetes di lapangan panas, sangat mudah menguap. Jadi jangan pernah belajar berdasarkan mood ya kalau ingin hasil yang memuaskan.

  1. Belajarlah di manapun anda suka

Carilah tempat yang nyaman dan dapat menenangkan pikiran kita sewaktu belajar, dengan keadaan yang nyaman kita akan lebih mudah dalam memahami materi.

  1. Jangan belajar terlalu banyak ketika akan ujian

Inilah sebuah doktrin yang saya rasa sangat keliru, “kamu harus belajar sungguh-sungguh, besok ada ujian”..kira-kira teman-teman sudah mendengar ocehan yang seperti itu? Ini adalah kesalahan, sebenarnya ketika akan ujian itu kita gunakan untuk merehat otak sekejap, justru pas hari-hari biasalah kita harus sungguh-sungguh. Sistem KS (kebut semalam) sangat merusak cara berpikir kita, karena hanya akan menimbulkan tekanan bukan pengetahuan.

  1. Belajar sambil diskusi

Belajar secara kelompok memang dimaksudkan agar seseorang yang kurang mampu memahami materi bisa berdiskusi dengan orang yang sudah paham. Sehingga pertukaran ide terus berjalan, yang pintar tidak semakin pintar, begitu pula yang bodoh tidak semakin terperosok. Semua bisa menjadi seimbang.

Selain itu, dengan belajar berkelompok kita diharapkan tidak mudah bosan, mengantuk, apalagi sampai tertidur. Ada berbagai alasan, dari mulai malu, gengsi, sampai kita terlibat aktif dalam diskusi sehingga lupa untuk merasa bosan apalagi tertidur.

  1. Belajar dengan diiringi musik

Musik memang bisa meningkatkan konsentrasi kita dalam belajar, namun hal ini tidak selalu terjadi pada setiap orang. Ada beberapa orang yang malah suka keadaan yang hening. Jadi, jika musik bisa membantumu berkonsentrasi, just listen it ūüôā

Beberapa lagu yang direkomendasikan biasanya adalah musik klasik. Sebenarnya, kalau bisa lagu lagu yang instrument aja, atau lagu lagu yang off vocal. jangan terlalu keras volumenya, yang penting bisa dinikmati. dan ga terlalu rame, berisik ato ajeb ajeb. pilih yang kamu suka. lagu lagu klasik juga boleh, asalkan kamu ga ngantuk aja. kalo lagu yang kamu suka banget trus kamu puter, ntar malah kamu fokus sama lagu itu, apa lagi kalo ada vokalnya biasanya ikut nyanyi jadi ga konsen belajar. lagu lagu biasa juga boleh tapi kalobisa off vocal.

  1. Jangan hanya menghafal

metode menghafal mungkin bisa menyukseskan kita dalam mencari “nilai-yang-baik”, namun apakah pengetahuan kita bertambah? tidak. Pahamilah materi dengan mempelajari konsep-konsepnya, bagaimana hal itu bisa terjadi, mengapa, apa selanjutnya, begitulah cara berpikir yang harus dikembangkan meskipun memakan waktu yang cukup lama. Sehingga kita akan tahu betapa indahnya Ilmu Pengetahuan itu. Dalam film 3 idiots, ada sebuah quotes yang sangat mengena: “Dengan menghafal, kamu bisa menghemat waktumu selama 4 tahun di universitas, namun kau telah menghancurkan 40 tahun hidupmu kedepan”

  1. Jangan malu-malu untuk bertanya

Bila kita ada yang belum paham mengenai materi yang diajarkan, cukup dengan acungkan jari dan bertanyalah kepada bapak/ibu guru, jangan malu bertanya bila kita tidak bisa, jangan jadikan gengsi “takut dibilang lambat oleh teman2” sebagai alasan, karena hal yang seperti itu tidak masuk akal.

  1. Coba dan Gagal (Trial and Error)

Dalam hidup ini, gagal adalah teman kita juga, jadi jangan pernah menghindar darinya. Kita terjatuh, untuk apa? agar kita tahu bagaimana cara untuk bangun. Kita tidak akan pernah tahu yang benar itu bagaimana jika kita tidak kenal dengan KESALAHAN dulu. Materi yang sesulit apapun, pasti akan bisa kita kuasai asal tidak ada kata menyerah memahaminya. Coba terus, gagal sudah biasa.

  1. Cintailah mata pelajaran yang anda suka

Anda tidak bisa dalam fisika (misal), namun anda sangat mencintai pelajaran yang satu ini. Maka dengan kecintaan itu, suatu saat akan menjadikan anda seorang fisikawan hebat, karena sesuatu yang dilakukan sepenuh hati akan menghasilkan hasil yang memuaskan. Sekarang tidak bisa, namun karena kecintaan tersebut anda mempelajarinya setiap waktu, tunggulah hingga mimpi indah tiba. You’ll be the best, but wait until the time’s coming on ^_^

  1. Ingatlah tujuan utama kita sekolah

Tujuan utama kita sekolah ialah untuk mencari ilmu pengetahuan, bukan hanya menerima “Cara Untuk Memperoleh Nilai yang Baik” saja. Nilai tidak akan bisa mencerminkan kualitas seseorang, lihatlah kenyataannya. Tidak masalah kita ada di peringkat berapapun, yang terpenting ialah belajar bukan untuk mencapai kesuksesan..tetapi untuk membesarkan jiwa. ini merupakan Cara Belajar paling Efektif yang terus saya gunakan, karena saya yakin ilmu bukan sebatas CORETAN NILAI, tapi banyaknya kita berbagi kepada sesama.

  1. Kunci semua metode belajar

Kuncinya terletak pada kesungguhan kita dalam berdo’a, karena saya masih ingat betul ada yang bilang kecerdasan seseorang 73% dari kesungguhan do’anya, sedangkan 27% dari belajar. Intinya do’a sangatlah penting, sebagai bentuk pasrah kita Kepada Allah. Namun belajar juga sangatlah penting, ingat! Tidak bisa mencapai 100% tanpa ada yang 27% tersebut.

Disadur dari berbagai sumber google, yahoo answer, kapan lagi, dll

hope (s)

Bisa dibilang ini sequel dari postingan pertama.

ternyata, nilai yang bikin sedih  bukanlah nilai yang sebenarnya. Meski begitu, apakah aku bahagia?

Sejujurnya iya, tapi engga juga. Karena meski hakku bukanlah E, Dosen sebagai pihak pertama tetap tidak bisa mengubahnya dikarenakan sistem yang kaku. Sehingga kami (ternyata yang ngalamin kejadian serupa bukan hanya aku) diantarkan pada birokrasi UPI yang sulit, lama, dan tradisonil, rasanya aga jauh dari sistem online yang digunakan.

Syukur, alhamdulillah kami memiliki Kaprodi dan Dosen yang tidak menyulitkan sehingga kemacetan hanya terdapat di area Direktorat Akademik. Meski begitu, rasanya sangat disayangkan, karena meski kami telah bekerja dengan cepat, bahkan hingga langsung Kaprodi dan Dosen yang turun tangan perubahan tidak dapat serta merta dilakukan. Mereka bilang karena kasus ini sangat banyak dialami, sehigga jumlahnya masih menumpuk hingga saat ini, lalu jika sudah terjadi banyak error  seperti ini, tidakkah direktorat TIK menajukan suatu usul yang lebih efektif mengenai kendala-kendala yang ditemukan dalam sistem online ini?

Perubahan yang terasa lambat ini, banyak berpengaruh juga bagi kami. Tidak hanya secara Indeks Prestasi Akademik namun juga pada masa study kami. Apabila dalam keadaan normal (hak-hak kami terpenuhi semua) kami dapat mengontrak 21 SKS pada semester yang akan datang, kini hanya tinggal 16 SKS.

Last but not least, Kedepanya, apakah judul tulisan ini masih ada? tentu. Saya percaya, semoga ini semua ada hikmahnya. setidaknya menjadi pebeljaran untuk berhati-hati dan terus melakukan cek.

*lebih baik ditampar kenyataan pahit dari pada merasakan manisnya kebohongan. Meski tetap paling baik adlah kejujuran yang manis*